Tauhid (QS. Ali Imran: 3)

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Iman (HR. Ibnu Hibban)

Iman adalah dikenali oleh hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan rukun-rukunnya

Nasehat Luqman (QS. Luqman: 17)

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Rasulullah Teladan kita (QS. Al-Ahzab: 21)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Sunnah Rasul (HR. Muslim)

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang tidak suka (membenci) terhadap Sunnahku, maka dia bukanlah dari golonganku"

Tampilkan postingan dengan label KI Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KI Ibadah. Tampilkan semua postingan

APA ITU SHAUM



Shaum (bahasa arab) yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah puasa. Shaum (puasa) dari segi bahasa bermakna imsak (menahan). Dan secara syar’I shaum bermakna menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan, mulai dari terbit fajar subuh hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat.

Segenap umat Islam telah ijma’ bahwa puasa di bulan Ramadhan itu adalah fardhu (wajib). Sebagaimana pada al-Qur’an menjelaskan bahwa,

“wahai orang-orang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183)

Bid'ah Dholalah


Dari Ummul Mukminin Ummu Abdullah Aisyah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “siapa saja yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami, yang taka da pedomannya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari no 2697 dan Muslim no 1718). Dalam periwayatan Muslim dengan redaksi, “siapa yang melakukan perbuatan dengan tanpa ada pedoman dari kami, ia tertolak.”

Hadits ini adalah dasar untuk menolak segala bid’ah atau perkara baru dalam Islam. Imam Nawawi berkata, “Hadits ini selayaknya dihapal dan dipergunakan untuk mematahkan segala kemunkaraan, serta layaknya disosialisasi untuk dijadikan argumentasi.”

Para ulama menegaskan bahwa amal dan ibadah tidak diterima, kecuali memenuhi dua syarat: pertama ikhlas dan kedua mengikuti Rasulullah shalullah alayhi wasallam.

Hal ini berarti pengharaman dalam mengadakan perkara baru pada agama Allah, meski pun niatnya baik.
Bahaya bid’ah dalam agama akan menggiring konsekuensi bahwa syariat dianggap belum sempurna. Ibnu Katsir menyatakan bahwa Islam adalah nikmat teragung atas umat ini, karena Allah subhana wa ta’ala telah menyempurnakan agama Islam, sehingga agama ini tidak lagi memerlukan agama selainnya.

Islam telah sempurna sebagaimana Allah berfirman pada al-Qur’an surat al-Maidah ayat 3:
“…. Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama bagimu….”

Rasulullah shalullah alayhi wasallam bersabda, “tidak tersisa sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka, selain telah aku jelaskan kepada kalian.” (HR. Thabrani)

Kata Abu Dzar: “Rasulullah meninggalkan kami, dan tidak ada seekor burung pun yang menggerakkan kedua sayapnya di udara, selain telah beliau sebutkan ilmunya kepada kami”

Ibnu Majisyun berkata bahwa aku pernah mendengar Imam Malik berujar, “siapa yang mengadakan perkara baru dalam Islam dengan menganggapnya baik, berarti ia telah beranggapan bahwa nabi Muhammad mengkhianati risalah yang dibawanya, sebab Allah berfirman, ‘pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian’, maka segala hal yang ketika ayat itu diturunkan bukan merupakan agama, maka hari ini juga bukan bagian dari agama.”

Terdapat banyak dalil yang isinya mengajak untuk mewaspadai dari segala bid’ah dan bahwasanya ia sesat sebagaimana hadits berikut;
tolong jauhilah perkara baru, sebab setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. Abu Dawud)

Bid’ah pun lebih disukai oleh iblis daripada kemaksiatan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa, “pelaku bid’ah lebih disukai Iblis daripada pelaku kemaksiatan menurut sunnah dan ijmak”
 
Intinya, kita memiliki kewajiban dalam mengetahui hal perkara bid’ah dengan tujuan untuk dijauhi dan diwaspadai.

Kewajiban Shaum

Shaum (bahasa arab) yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah puasa. Shaum (puasa) dari segi bahasa bermakna imsak (menahan). Dan secara syar’I shaum bermakna menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan, mulai dari terbit fajar subuh hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat.

Segenap umat Islam telah ijma’ bahwa puasa di bulan Ramadhan itu adalah fardhu (wajib). Sebagaimana pada al-Qur’an menjelaskan bahwa,

“wahai orang-orang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183)

Serta terdapat pada hadits Rasulullah yang bersabda;
“Islam dibangun atas lima perkara yaitu syahadat ‘la ilaha ilallah wa muhammadur rasulullah’, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke baitullah, dan puasa Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kewajiban berpuasa ini merupakan kewajiban bagi setiap individu, sama halnya dengan shalat. Karena puasa di Bulan Ramadhan pun termasuk kepada rukun-rukun Islam.
Barangsiapa yang tidak berpuasa sekalipun satu hari di siang bulan Ramadhan tanpa adanya udzur (alasan yang dibenarkan secara syar’i), maka ia telah melakukan dosa besar. Rasulullah shalullah alayhi wasallam bersabda tentang mimpi yang pernah beliau saksikan;

“… sampai ketika aku berada di tengah gunung, seketika terdengar suara keras. Maka aku bertanya, ‘suara apa ini?’. Mereka (para malaikat) menjawab, ‘ini adalah teriakan penghunineraka’. Kemudian dia (malaikat Jibril) membawaku pergi, seketika aku berada di hadapan suatu kaum yang digantung dengan kaki di atas dengan sudut mulut yang terkoyak, dari sudut mulut mereka bercucuran darah. Maka aku bertanya, ‘siapamereka?’ Jibril menjawab, ‘mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum sampai waktunya’.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Bahkan Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata, “sudah menjadi ketetapan bagi kaum muslimin, bahwa barangsiapa yang meninggalkan puasa tanpa udzur (syar’i), maka ia lebih buruk daripada pezina dan pecandu khamar, bahkan mereka meragukan keislamannya dan menganggapnya zindiq dan menyimpang dari agama Islam.”

Ternyata dan oh ternyata, puasa di bulan Ramadhan merupakan suatu kewajiban yang menjadi salah satu penyangga bagi Islam. Maka janganlah mencari-cari alasan agar tidak berpuasa. Sesungguhnya Allah memberikan balasan kepada orang yang berpuasa dengan pintu khusus untuk memasuki surga-Nya dan akan menghukum mereka yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan.

Shalat dan Sabar

1. Wahai orang orang yang​beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. (QS. Al Baqarah: 153)

2. Sungguh, hanya kepada Allah sebagai tempat meminta pertolongan. Dan pertolongan Allah datang melalui Shalat dan sabar.

3. Sabar dan shalat (bentuk​syukur) ialah sesuatu yang​sangat berat untuk dilaksanakan karena it merupakan inti dari akhlak.​

4. Untuk melalui kesabaran​dan shalat ( kesyukuran) maka yang dilakukan yakni, dengan khusuk. Rutin berlatih dan dilakukan.

5. Sabar dapat diartikan sebagai suatu bentuk dalam keadaan peperangan​besar antara bertahan dan melawan.

6. Sabar dalam kondisi bertahan dilakukan untuk berjuang menuju kemenangan yang hakiki. Bertahan bukan berarti pasrah.

7. Sabar dalam keadaan melawan yaitu motivasi agama (kebenaran) yang melawan/ mengendalikan keburukan nafsu.

8. Dan shalat merupakan perjanjian antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir dan orang-orang munafik.

9. Yang sulit dalam shalat ialah menimbulkan rasa syukur atas nikmat dan Rahmat yang telah Allah Ta'ala berikan.

10. Rasa syukur itulah menghubungkan kita dengan Allah yang disebut dengan khusuk. Salah satunya doa diantara 2sujud.

11. Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, tutuplh aibku, angkatlh drajatku, berilh petunjuk, jadikanlah aku sehat, maafkanlh aku.

12. Apabila kita mengamalkan Shalat dan sabar berarti kita telah melangkah menuju Habibullah dan Allah akan Menolong kita.

13. Semoga kita termasuk kepada orang-orang yang senantiasa bersabar dan khusuk dalam shalat.


Sumber: @azis_sky

Natal dan Tahun Baru

1. Besok sebagian penduduk Indonesia merayakan Natal dan Tahun Baru ( ) , khususnya kristen, khatolik, dan protestan.

 2. bagaimana cara Islam menanggapi hal tersebut? Karena Natal merupakan perayaan hari besar kristiani, begitu pun Tahun​Baru Masehi.

 3. Islam mengajarkan toleransi terhadap antar umat beragama, namun tidak untuk mencampur adukan Aqidah.

 4. Islam itu sangat toleransi terhadap berbeda​agama, tapi bukan teledor sehingga mengorbankan Aqidah.

 5. Toleransi itu membiarkan dan menjaga keamanan, tidak untuk mengucapkan dan ikut merayakannya.

 6. Janganlah terpengaruh oleh pemikiran Liberal. Yang mana sebenarnya, mereka ingin menghapuskan syariat Islam.

 7. Apabila kita memberikan​ucapan saja, berarti kita telah mensetujui apa yang telah dilakukan oleh mereka.

 8. Seperti halnya memberikan ucapan selamat berhasil kepada koruptor, berarti kita setuju dengan adanya korupsi.

 9. Tidak hanya Natal, perayaan Tahun Baru Masehi pun bukanlah perayaan umat Islam. Maka​janganlah kita ikut merayakannya.

 10. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka. (hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud).

 11. Maka dari it, ketika tahun baru disarankan agar​d rumah saja sambil memperbanyak bacaan AlQuran n berdoa untuk kejayaan Indonesia.

 12. Marila kita memperkuat Aqidah dengan mempelajari Islam dan jangan mengikuti perayaan mereka ataupun mengucapkannya.

 13. Marilah kita berjuang untuk Islam dalam menyebarkan nilai nilai dan​Syariat Islam. Tunjukanlah bahwa kita seorang muslim sejati.
 
14. Semoga Allah melindungi kita dari azab kubur dan azab api neraka, dari fitnah hidup, fitnah mati dan fitnah dajjal. .aamiin.

sumber: @azis_sky

Urgensi Shalat

1. Indonesia merupakan negara dengan muslim terbanyak di dunia. Yakni sekitar 85% penduduk Indonesia adalah Islam.

2. Namun sangat disayangkan, negara dengan mayoritas muslim terbesar tapi untuk menegakan shalat saja susah.

3. Hanya segelintir orang saja yang melaksanakan shalat di masjid. Itu pun kebanyakan adalah orang-orang tua. Kemana pemuda​Islam?

4. Padahal perjanjian antara​orang beriman dengan orang kafir adalah mengenai amalan shalat.

5. Dan yang membedakan antara orang beriman dan orang munafik yakni shalat Isya dan Subuh berjamaah di masjid.

6. Mereka mengetahui bahwa shalat merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Namun tetap saja mereka melalaikannya.

7. Apakah mereka lupa bahwa amalan yang pertama kali dihisab di akhirat nanti adalah amalan shalat?

8. Orang yang mengakui dan sadar bahwa agamanya adalah Islam, maka ia akan melaksanakan shalat.

9. Maka dari itu, marilah kita melaksanakan shalat berjamaah di masjid serta memperbaiki shalat kita.

10. Dengan seringnya shalat dan salawat, maka Rasulullah akan membantu untuk memberatkan amalan kebaikan ketika di Yaumul Hisab.

11. Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa beribadah hanya kepada Allah dan mendapatkan Jannah Nya. Aamiin.

sumber: @azis_sky

Perang Pemikiran

1. Sungguh dunia telah bosan dengan kebohongan yang dihadirkan oleh musuh musuh Islam. Mereka menutupi kejayaan​Islam.

2. Keraguan & atheism sering dipertontonkan dalam berbagai pertunjukan yang menghina dan melecehkan ajaran Islam.

3. Mereka mempersembahkan khamar dan minuman keras alkohol untuk menyesatkan dan menghilangkan akal kaum muslim.

4. Dan wanita penggoda yg berdendang d atas panggung sehingga membuat muslim melupakan kejadian yg terjadi d Timur tengah.

5. Sehingga pemuda sekarang lebih cendrung kepada majalah amoral n asusila daripada AlQuran yang suci lagi penentram hati.

6. Mereka menyanyikan tentang cinta nafsu, kerindukan syahwat n gombal setan yang meruntuhkan nilai nilai Islam.

7. Musuh Islam membagi golongan muslim. Bagi yang taat kepada agamanya maka disebut teroris, muslim ekstrim dan radikal.

8. Dan bagi muslim yang mengikuti gaya hidup mereka, maka disebut muslim toleransi. It untuk mematikan tekad pemuda muslim.

9. Mereka menanamkan pemikiran bahwa kekayaan dunia merupakan kehormatan yang patut dibanggakan. Dan lupakanlah akhirat.

10. Ketahuilah jika kita berlepas diri dari Islam, maka kita pun telah berlepas dari kemulian, kejayaan, & keagungan Islam.

11. Karena itu, marilah kita​bersatu menuju tegaknya Islam yang kaffah di dunia ini. Kita adalah umat yang TERBAIK.

12. Kita adalah umat TERBAIK yang dilahirkan untuk manusia, mengajak kebaikan, mencegah keburukan, dan beriman kepada Allah. (QS. 3: 110)


sumber: @azis_sky