Tauhid (QS. Ali Imran: 3)

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Iman (HR. Ibnu Hibban)

Iman adalah dikenali oleh hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan rukun-rukunnya

Nasehat Luqman (QS. Luqman: 17)

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Rasulullah Teladan kita (QS. Al-Ahzab: 21)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Sunnah Rasul (HR. Muslim)

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang tidak suka (membenci) terhadap Sunnahku, maka dia bukanlah dari golonganku"

Tampilkan postingan dengan label KI Quranhadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KI Quranhadits. Tampilkan semua postingan

SUDAHKAH KITA MENELADANI RASUL?



Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21]

Kita telah memahami bahwa Nabi Muhammad shalullah alayh wasalam adalah idola dan teladan bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Tapi, sudahkah kita benar-benar meneladani Rasulullah?

Sungguh dari lahir hingga Nabi Muhammad shalullah alayh wasalam wafat, semua tingkah laku Rasulullah sangat patut kita teladani. Bahkan ketika Rasulullah masih anak-anak, Beliau telah mendapatkan julukan “al-amin” yang artinya jujur dan dapat dipercaya. Inilah yang paling pertama kita teladani pada diri Rasulullah, yakni jujur. Tapi, sudahkah kita meneladani sikap Rasulullah? Sudahkah kita berlaku jujur dalam kehidupan sehari-hari?

ALKOHOL BUKAN OBAT


Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim menyatakan bahwa Thariq Ju’fi pernah bertanya kepada nabi Muhammad shalullah alayhi wasallam tentang khamar (minuman keras/ alcohol), maka Beliau melarang (meminum)nya. Lalu Thariq berkata, “aku membuatnya untuk obat.” Kemudian Rasulullah shalullah alayhi wasallam bersabda;

Itu (khamar/ minuman keras/ alcohol) bukanlah obat tetapi malah membuat penyakit.”

Pererat Ikatan, Pererat Ukhuwah

Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) bukanlah teori. Ini adalah ajaran praktis yang bisa kita lakukan dalam keseharian. Karena itu, nikmatnya ukhuwah tidak akan bisa kita kecap, kecuali dengan mempraktikannya.
Jika delapan cara di bawah ini dilakukan, Anda akan merasakan ikatan ukhuwah Anda dengan saudara-saudara seiman Anda semakin kokoh.

1. Katakan bahwa Anda mencintai saudara Anda
عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: إِِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أََنَّهُ يُحِبُّهُ
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits shahih)

عَنْ اَنَسٍ: اَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ فَمَرَّ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنّي لأحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ أَعْلَمْتَهُ؟ قَالَ: لا، قَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: أعْلِمْهُ فَلَحِقَهُ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّكَ فِى اللهِ فَقَالَ: أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِى لَهُ
Anas r.a. mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah saw., lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang berada di sisi Rasulullah tersebut mengatakan, “Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (Abu Dawud, dengan sanad shahih)
Jadi, jangan tunda lagi. Katakan cinta kepada orang yang Anda cintai.

2. Minta didoakan dari jauh saat berpisah
عَنْ عُمَرَبْنِ الْخَطَابِ قَالَ: اِسْتَأْذِنْتُ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ فِى الْعُمْرَةِ فَأَذِنَ لِي فَقَالَ: لاَ تَنْسَنَا يَا اُخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ فَقَالَ: كَلِمَةً مَا يَسُرُّنِى أَنَّ لِى بِِهَا الدُّنْيَا، وَفِى رِوَايَةٍ قَالَ: أَشْرِكْنَا يَا أُجَيَّ فِى دُعَائِكَ
Umaق bin Khaththab berkata, “Aku minta izin kepada Nabi Muhammad saw. untuk melaksanakan umrah, lalu Rasulullah saw. mengizinkanku.” Beliau bersabda, “Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu.” Kemudian ia mengatakan satu kalimat yang menggembirakanku bahwa aku mempunyai keberuntungan dengan kalimat itu di dunia. Dalam satu riwayat, beliau bersabda, “Sertakan kami dalam diamu, wahai saudaraku.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits hasan shahih)

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ لِأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ : وَلَكَ بِمِثْلٍ
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang hamba mukmin yang berdoa untuk saudaranya dari kejauhan malainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu seperti itu’.” (Muslim)

 3. Bila berjumpa, tunjukkan wajah gembira dan senyuman
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُفِ شَيْئاً وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ
Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (Muslim)

4. Berjabat tangan dengan erat dan hangat
Berjabat tanganlah acapkali bertemu. Sebab, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada dua orang muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (Abu Dawud)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمِيْنَ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

5. Sering-seringlah berkunjung
Nabi Muhammad saw. bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberli karena Aku’.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

6. Ucapkan selamat saat saudara Anda mendapat kesuksesan
عَنْ اَنَسٍ بن مالك قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ لَقِيَ أَجَاهُ بِمَا يُحِبُّ لِيَسُرَّهُ ذَالِكَ سَرَّةُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Anas bin Malik berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa bertemu saudaranya dengan membawa sesuatu yang dapat menggembirakannya, pasti Allah akan menggembirakannya pada hari kiamat.” (Thabrani dalam Mu’jam Shagir)
Jadilah Anda orang yang paling pertama mengucapkan selamat kala saudara Anda menikah, mendapat anak, menempati rumah baru, pergi haji, naik jabatan, dan lain-lain.

7. Berilah hadiah terutama di waktu-waktu istimewa
عَلَيْكُمْ بِالْهَدَايَا فَإِنَّهَا تُوْرِثُ الْمَوَدَّةَ وَتُذْهِبُ الضَّغَائِنَ
Hadits marfu’ dari Anas bahwa, “Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” (Thabrani)

عَنْ عَائِشَةَ: تَهَادَوْا تَحَابُّوْا
Thabrani juga meriwayatkan hadits marfu’ dari Aisyah r.a. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”

8. Berilah perhatian dan bantu keperluan Saudara Anda
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (Muslim)
Karena itu, jadikan diri Anda orang yang paling dahulu membantu kala saudara Anda membutuhkan.

Sumber: dakwatuna

Kartun Dakwah 5 jilid 5



1. Satu Tubuh
“Perumpamaan kaum Mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka seperti satu tubuh. apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit maka seluruh tubuh akan ikut terjaga dan demam.” (hadits riwayat Muslim)
 
2. Siang Malam
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS Az-Zumar ayat 5)
 
3. Sidik Jari
Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.[QS. al-Qiyamah ayat 3-4]
 

Kartun Dakwah 5 jilid 4



1. Mulut dan Kemaluan
Barangsiapa menjamin kepadaku apa yang berada di antara kumis dan janggutnya, serta apa yang berada di antara kedua pahanya, maka aku akan menjamin kepadanya surga.              [HR. Bukhari]
 
2. Niat
Nilai amalan itu tergantung niat pelakunya, dan setiap manusia memperoleh balasan sesuai yang diniatkannya. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya dicatat karena Allah dan Rasul-Nya. sebaliknya siapa yang hijrahnya karena ingin memperoleh dunia atau wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya sebatas yang diperoleh. (HR. Bukhari dan Muslim)
 
3. Orang Beriman itu Bersaudara
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (al-Qur’an surat al-Hujurat ayat 10)
 
4. Patuh Kepada Pemimpin
Seorang Muslim wajib taat dan patuh kepada Pemimpinnya dalam persoalan yang disukai atau yang tidak disukainya, kecuali ia memerintahkan kemaksiatan, maka tidak ada kewajiban patuh dan taat.                (HR. Khamsah)
 
5. Puasa Ali
Sesungguhnya PUASA bukan hanya menahan diri daripada Makanan dan Minuman tetapi juga Penipuan, Kebathilan, dan Perkataan yang sia-sia.
~Ali bin Abi Thalib~
 
6. Puasa hanya Lapar
Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan puasanya itu, kecuali lapar dan dahaga. dan banyak orang yang bangun malam tetapi tidak mendapatkan dari tahajjudnya itu, kecuali tidak tidur.      (HR. Ibnu Majah)
 
7. Puasa itu Perisai
Rasulullah shallullah alayhi wasallam bersabda; “Puasa berfungsi sebagai Perisai dalam kancah peperangan, selama tidak dinodai kedustaan dan pergunjingan.
(HR. Ahmad)
 
8. Rezeki yang Baik
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.                      (QS. al-Baqarah: 172)
 
9. Ridho Orangtua
Ridho Rabb ada dalam ridho kedua Orangtua dan kemarahan Rabb ada dalam kemarahan kedua Orangtua.                         (HR. Tirmidzi)
 
10. Satu Bangunan
Rasulullah bersabda; “Seorang Mukmin dan Mukmin lainnya laksana satu bangunan yang saling memperkuat satu sama lainnya.”
Kemudian Rasulullah memperatkan jari-jarinya.
(hadits riwayat Bukhari)

Kartun Dakwah 5 jilid 2



1. Berbuka Puasa
Bila malam telah tiba dan siang pun telah menghilang serta matahari telah terbenam maka berbukalah orang yang puasa.[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi]
Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.[HR. Bukhari, Muslim, Malik, dan Tirmidzi]
2. Berpegang kepada Agama Allah
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali Imran: 103)
3. Bumi Hijau
Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji. 
(QS. Al-Hajj : 63-64)

Kartun Dakwah 5 jilid 1



1. Agama itu Nasehat
AGAMA itu Nasihat
Kami bertanya kepada Rasulullah, “Nasihat kepada siapa?”
Rasulullah menjawab, ”Terhadap Allah, al-Qur’an, Rasul-Nya, pemimpin-pemimpin, dan seluruh kaum Muslimin” (HR Bukhari & Muslim)
 

Keutamaan Ilmu Dari al Qur’an

Diantara perkara mulia yang hendaknya menjadi kesibukan kita adalah menuntut ilmu syar’i yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ilmu yang bersumber dari keduanya adalah cahaya dan pelita bagi pemiliknya, sehingga nampak jelas baginya kegelapan kebatilan dan kesesatan. Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus diutamakan. Karena ilmu itu lebih didahulukan daripada perkataan dan perbuatan. Sebagaimana firman Allahta’ala :

“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu.”  [Muhammad : 16]

Didalam ayat diatas Allah lebih mendahulukan ilmu daripada perkataan dan perbuatan.

Dalil-Dalil Keutamaan Ilmu Dari al Qur’an

Terdapat banyak dalil, baik dari Kitabullah maupun Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamyang menjelasakan tentang keutamaan, keagungan serta ketinggian ilmu. Diantaranya adalah :

Pertama : Firman Allah ta’ala :

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali Imraan : 18]

Ayat ini menunjukkan akan keutamaan ilmu, karena Allah ta’ala telah menggandengan persaksian para ulama’ dengan persaksian-Nya dan persaksian para malaikat, bahwa Dia adalah sesembahan yang benar, yang berhak diibadahi, tidak ada Ilah yang benar melainkan Dia.

Kedua : Firman Allah ta’ala :

“Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad) tambahkanlah ilmu kepadaku.” [Thaaha : 114]

Allah ta’ala memerintahkan NabiNya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta kepadaNya tambahan ilmu. Ini adalah dalil yang sangat jelas akan keutamaan menuntut ilmu, karena tidaklah Allah perintahkan kepada beliau untuk meminta tambahan sesuatu kecuali hanya tambahan ilmu.

Ketiga : Allah ta’ala ketika menjelaskan keutamaan ilmu serta keagungan kemuliaannya berfirman :

“Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu.” [Az Zumar : 9]

Dalam ayat ini Allah ta’ala membedakan antara ahlul ilmi dengan selainnya. Dia menjelasakan bahwa tidaklah sama antara orang yang tahu kebenaran dengan orang yang jahil akan kebenaran.

Keempat : Allah ta’ala menjelaskan tentang kemuliaan ahlul ilmi serta keutamaan mereka dalam firman-Nya :

“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” [Faathir : 28]

Didalam ayat ini Allah ta’ala menerangkan bahwa ulama’ yang haqiqi adalah orang yang takut kepada Allah (ahlul khosyah).

Demikialah keutamaan menuntut ilmu mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Dengan menuntut ilmu orang menjadi pandai, ia akan mengetahui terhadap segala sesuatu yang dipelajarinya. Tanpa menuntut ilmu orang tidak akan mengetahui sesuatu apapun.

Di samping belajar dapat untuk menambah ilmu pengetahuan baik teori maupun praktik, belajar juga dinilai sebagai ibadah kepada Allah. Orang yang belajar sungguh-sungguh disertai niat ikhlas ia akan memperoleh pahala yang banyak. Belajar juga dinilai sebagai perbuatan yang dapat mendatangkan ampunan dari Allah SWT. Orang yang belajar dengan niat ikhlas kepada Allah diampuni dosanya.

Demikian pentingnya  belajar–menuntut ilmu ini sehingga dihargai sebagai jihad fisabililah yaitu pahalanya sama dengan orang yang pergi berperang dijalan Allah untuk membela kebenaran agama.

Bid'ah Dholalah


Dari Ummul Mukminin Ummu Abdullah Aisyah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “siapa saja yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami, yang taka da pedomannya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari no 2697 dan Muslim no 1718). Dalam periwayatan Muslim dengan redaksi, “siapa yang melakukan perbuatan dengan tanpa ada pedoman dari kami, ia tertolak.”

Hadits ini adalah dasar untuk menolak segala bid’ah atau perkara baru dalam Islam. Imam Nawawi berkata, “Hadits ini selayaknya dihapal dan dipergunakan untuk mematahkan segala kemunkaraan, serta layaknya disosialisasi untuk dijadikan argumentasi.”

Para ulama menegaskan bahwa amal dan ibadah tidak diterima, kecuali memenuhi dua syarat: pertama ikhlas dan kedua mengikuti Rasulullah shalullah alayhi wasallam.

Hal ini berarti pengharaman dalam mengadakan perkara baru pada agama Allah, meski pun niatnya baik.
Bahaya bid’ah dalam agama akan menggiring konsekuensi bahwa syariat dianggap belum sempurna. Ibnu Katsir menyatakan bahwa Islam adalah nikmat teragung atas umat ini, karena Allah subhana wa ta’ala telah menyempurnakan agama Islam, sehingga agama ini tidak lagi memerlukan agama selainnya.

Islam telah sempurna sebagaimana Allah berfirman pada al-Qur’an surat al-Maidah ayat 3:
“…. Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama bagimu….”

Rasulullah shalullah alayhi wasallam bersabda, “tidak tersisa sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka, selain telah aku jelaskan kepada kalian.” (HR. Thabrani)

Kata Abu Dzar: “Rasulullah meninggalkan kami, dan tidak ada seekor burung pun yang menggerakkan kedua sayapnya di udara, selain telah beliau sebutkan ilmunya kepada kami”

Ibnu Majisyun berkata bahwa aku pernah mendengar Imam Malik berujar, “siapa yang mengadakan perkara baru dalam Islam dengan menganggapnya baik, berarti ia telah beranggapan bahwa nabi Muhammad mengkhianati risalah yang dibawanya, sebab Allah berfirman, ‘pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian’, maka segala hal yang ketika ayat itu diturunkan bukan merupakan agama, maka hari ini juga bukan bagian dari agama.”

Terdapat banyak dalil yang isinya mengajak untuk mewaspadai dari segala bid’ah dan bahwasanya ia sesat sebagaimana hadits berikut;
tolong jauhilah perkara baru, sebab setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. Abu Dawud)

Bid’ah pun lebih disukai oleh iblis daripada kemaksiatan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa, “pelaku bid’ah lebih disukai Iblis daripada pelaku kemaksiatan menurut sunnah dan ijmak”
 
Intinya, kita memiliki kewajiban dalam mengetahui hal perkara bid’ah dengan tujuan untuk dijauhi dan diwaspadai.

Nasehat Luqman

Luqman merupakan seorang yang beriman kepada Allah. Bahkan namanya diabadikan dalam al-Qur’an surat ke-31. Dalam al-Qur’an menjelaskan bahwa Luqman mempunyai seorang anak, dan ia menasehati anaknya. Apa sajakah nasihat Luqman untuk anaknya. Berikut empat nasehat Luqman kepada anaknya, yakni;

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang makruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman: 17)

1.      Dirikanlah shalat
Sesungguhnya shalat merupakan tiang agama. Dan wajib bagi setiap orang yang mengaku beragama Islam.
 “…sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (TQS. An-Nisa: 103)
Siapa yang mendirikan shalat berarti ia menegakan agama Islam. Shalat merupakan tanda/ bukti bahwa kita tidak mempersekutukan Allah Ta’ala.
“batas antara seseorang dan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)
Sungguh ibadah shalat sangat besar keutamaannya dari ibadah-ibadah lainnya, semakin besarnya, shalat wajib tidak bisa diwakilkan dan tidak bisa pula digantikan.

2.      Menyuruh kepada yang makruf
Orang yang menyuruh kepada yang makruf maka pahalanya sama seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari)
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (TQS. Al-An’am: 160)
Maka dari itu, bersemangatlah untuk ber-amar makruf dalam menaati aturan Allah (syariat Islam). Pahala berlimpah, dijamin Jannah, dan Ridho Allah pun didapat.

3.      Mencegah dari yang munkar
Dari Abu Said Al-Khudzri, Rasulullah bersabda, “Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia ubah dengan tangannya, dan jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya, dan jika tidak mampu, dengan hatinya, maka itulah iman yang paling lemah.” (HR. Muslim)
Sungguh apabila aturan Allah dilanggar dan kita tidak berusaha mencegahnya, maka Allah menimpakan kemurkaan kepada negeri tersebut.
Maka dari itu, janganlah takut kepada orang-orang yang berbuat zhalim. Sepatutnya kita hanya takut kepada murka Allah saja.

4.      Bersabar atas setiap musibah
Allah berfirman pada al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 153;
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Hadits qudsi; “jika Aku menguji hamba-Ku dengan dua hal yang ia sukai, kemudian ia bersabar. Maka baginya surga” (HR Bukhari)