Tampilkan postingan dengan label KI Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KI Sains. Tampilkan semua postingan
ALKOHOL BUKAN OBAT
Hadits yang
diriwayatkan oleh Muslim menyatakan bahwa Thariq Ju’fi pernah bertanya kepada
nabi Muhammad shalullah alayhi wasallam tentang
khamar (minuman keras/ alcohol), maka
Beliau melarang (meminum)nya. Lalu Thariq berkata, “aku membuatnya untuk obat.”
Kemudian Rasulullah shalullah alayhi
wasallam bersabda;
“Itu (khamar/ minuman keras/
alcohol) bukanlah obat tetapi malah membuat penyakit.”
JABIR IBN HAYYAN (ILMUWAN ISLAM) THE FATHER OF MODERN CHEMISTRY
Jabir Ibn Hayyan (keturunan Arab, walaupun sebagian orang
menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli dibidang
kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi.
Abu Musa
Jabir bin Hayyan, atau dikenal dengan nama Geber,
lahir di Kuffah, Irak pada tahun 750 M dan wafat pada tahun 803 M. Kontribusi
terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia
berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad.
Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga
setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas
zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir
telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.
75 ILMUWAN ISLAM DI DUNIA 800-1400 MASESHI
Dengan
menukir ke masa keemasan islam pada masa yang silam, sejenak tentu kita bangga
mengetahui bahwa segala macam ilmu yang ada pada kita saat sekarang ini adalah
berkat jasa-jasa Ilmuwan Muslim Dunia yang
sudah hampir seribu tahun yang lalu, ketika umat muslim adalah pembawa obor
pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam, didorong
oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri
selama berabad-abad.
Dalam
kata-kata
Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat
tinggi, “Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu
melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan Aljabar
dan Algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat
tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan
obat
baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit,
memberi nama
bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi
antariksa.
Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah;
kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain
takut
akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan
membuat
mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat
penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu
pengetahuan
tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban
barat
modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya
bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600,
yang termasuk
di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan
penguasa
agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak
menyadari
hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian
dasar
dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa
kontribusi para matematikawan Arab.”
Sebenarnya,
sangatlah sulit untuk mencari bidang ilmu pengetahuan yang tidak berhutang budi
kepada para pionir ini. Di bawah ini adalah daftar singkat, tanpa bermaksud
menyatakannya sebagai yang terlengkap, para ilmuwan muslim dari abad 8 hingga
abad 14.
701 * Khalid
Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 * Jabir Ibn Haiyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim
populer)
740 * Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, Ahli Tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 * Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi
Kitab
al-Hayawan. Sebuah kitab berisi ensklopedia berbagai jenis binatang karya ahli
ilmu hewan muslim al-Jahiz. Pada kitab ini al-Jahiz memaparkan berbagai macam
teori, salah satunya mengenai interaksi antara hewan dengan lingkungannya.
776-868 * Amr
Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammad (Albumasar) * Astronomi
796 * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi
800 * Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 * Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 * Al Balkhi *Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 * Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 * Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 * Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 * Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
888 * Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu
900 * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 * Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran , Insinyur
912 * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 * Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 * Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 * Ibn Al-Haitham (Alhazen) *Fisika, Optik, Matematika
973 * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
973-1048 *
Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran
980-1037 * Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi
983 * Ikhwan A-Safa (Assafa) * (Kelompok Ilmuwan Muslim)
1001 * Ibn Wardi * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
1008 * Ibn Yunus * Astronomy, Matematika.
1019 * Al-Hasib Alkarji * Matematika
1029-1087 * Al-Zarqali (Arzachel) * Matematika, Astronomi, Syair
1044 * Omar Al-Khayyam * Matematika, Astronomi, Penyair
1060 * Ali Ibn Ridwan Abu Hassan Ali * Kedokteran
1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran
1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran
1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran
1097 – Ibn Al-Baitar Diauddin (Bitar) * Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Ilmu Kedokteran
1099 –
Al-Idrisi (Dreses) * Ilmu Bumi (Geography), Ahli Ilmu Hewan, Peta Dunia (Peta
Pertama)
1110-1185 – Ibn Tufayl, Abubacer Al-Qaysi * Filosofi, Kedokteran
1120 – Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali *Ahli Kimia, Penyair
1128 – Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi
1135 – Ibn Maymun, Musa (Maimonides) * Kedokteran, Filosofi
1136 – 1206 – Al-Razaz Al-Jazari * Astronomi, Seni, Insinyur mekanik
1140 – Al-Badee Al-Ustralabi * Astronomi, Matematika
1155 – Abdel-al Rahman al Khazin *Astronomi
1162 – Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq * Kedokteran, Ahli Bumi (Geography)
1165 – Ibn A-Rumiyyah Abul’Abbas (Annabati) * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1173 – Rasheed Al-Deen Al-Suri * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1180 – Al-Samawal * Matematika
1184 – Al-Tifashi, Shihabud-Deen (Attifashi) *Ahli Logam, Ahli Batu-batuan
1201-1274 – Nasir Al-Din Al-Tusi * Astronomi, Non-Euclidean Geometri
1203 – Ibn
Abi-Usaibi’ah, Muwaffaq Al-Din * Kedokteran
1204 – Al-Bitruji (Alpetragius) * Astronomi
1213-1288 – Ibn Al-Nafis Damishqui * Astronomi
1236 – Kutb Aldeen Al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1248 * Ibn Al-Baitar * Farmasi, Ahli Tumbuh-tumbuhan (Botany)
1258 – Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi * Kedokteran, Matematika
1262 – Abu al-Fath Abd al-Rahman al-Khazini * Fisika, Astronomi
1273-1331 – Al-Fida (Abdulfeda) * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1360 – Ibn Al-Shater Al Dimashqi * Astronomi, Matematika
1320 – Al Farisi Kamalud-deen Abul-Hassan *Astronomy, Fisika
1341 – Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer * Ilmu Kimia
1351 – Ibn Al-Majdi, Abu Abbas Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1359 – Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
Dengan
deretan sarjana muslim seperti itu, tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang
dikatakan George Sarton, ” Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para
muslim. Filosof terbaik, Al-Farabi adalah seorang muslim. Matematikawan terbaik
Abul Kamil dan Ibn Sina adalah muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaik Al-Masudi adalah seorang muslim dan
Al-Tabari ahli sejarah terbaik juga seorang muslim.
Sejarah
sebelum Islam dipenuhi dengan perkiraan-perkiraan, desas-desus dan mitos-mitos.
Adalah seorang ahli sejarah muslim yang pertama kali memperkenalkan metode sanad dan
matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi
mata. Menurut seorang ahli sejarah Bucla “Metode ini belumlah dipraktekkan oleh
Eropa sebelum tahun 1597.” Metode lainnya: adalah penelitian sejarah bersumber dari ahli sejarah terkemuka Ibn
Khaldun. Pengarang dari Kashfuz Zunun memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah
yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya Islam.
Hanya satu
pertanyaan untuk kita saat ini.
Dimana kejayaan, kehormatan, dan kemuliaan Islam yang dahulu pernah ada?
Marilah kita bangkit kembali menegakan Islam yang seharusnya.
sumber: tausyah.wordpress.com
KHALID IBN YAZEED ILMUWAN ISLAM PENEMU BUBUK MESIU
Menguasai teknologi persenjataan
merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam di masa kejayaan
menjadi begitu tangguh. Selain mumpuni dalam seni pembuatan pedang, dunia Islam
pun mampu menggenggam teknologi pembuatan bubuk mesiu - bahan peledak yang
digunakan untuk meriam. Sesuatu yang baru diketahui peradaban Barat pada abad
ke-14 M.
Meski
sejumlah pakar bersepakat
bahwa mesiu (gunpowder) pertama kali ditemukan peradaban Cina pada abad
ke-9 M.
Namun, fakta sejarah juga menyebutkan bahwa ahli kimia Muslim bernama
Khalid
bin Yazid (wafat tahun 709 M) sudah mengenal potassium nitrat (KNO3)
bahan utama pembuat mesiu pada abad ke-7 M. Dua abad lebih cepat dari
Cina.
''Rumus dan resepnya dapat
ditemukan dalam karya-karya Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar
Al-Razi (wafat tahun 932) dan ahli kimia Muslim lainnya," papar Prof Al-Hassan.
Dari abad ke abad, istilah potasium nitrat di dunia Islam selalu tampil dengan
beragam nama seperti natrun, buraq, milh al-ha'it, shabb Yamani, serta nama
lainnya.
Salah satu kelebihan peradaban
Islam dibandingkan Cina dalam penguasaan teknologi pembuatan mesium adalah
proses pemurnian potasium nitrat. Sebelum bisa digunakan secara efektif sebagai
bahan utama pembuatan mesiu, papar Al-Hassan, potasium nitrat harus dimurnikan
terlebih dahulu.
Ada dua proses pemurnian potasium
nitrat yang tercantum dalam naskah berbahasa Arab. Proses pemurnian yang
pertama dicetuskan Ibnu Bakhtawaih pada awal abad ke-11 M. Dalam kitab yang
ditulisnya berjudul Al-Muqaddimat yang disusun pada tahun 402 H/1029 M, Ibnu
Bakhtawaih menjelaskan tentang pembekuan air dengan menggunakan potasium nitrat
- yang disebut sebagai shabb Yamani.
Proses pemurnian potasium nitrat
juga termaktub dalam buku berjudul Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah
karya Hasan Al-Rammah - ilmuwan Muslim pada abad ke-13 M. Dalam karyanya itu,
Al-Rammah menjelaskan proses pemurnian potasium nitrat secara komplet.
"Prosesnya purifikasi yang disusun Al-Rammah menjadi standar baku yang
dapat kita temuka dalam beragaman risalah kemiliteran," imbuh Prof
Al-Hassan.
Al-Rammah menjelaskan secara
rinci dan jelas tentang proses pemurnian potasium nitrat. Metode pembuatan
potasium nitrat ini kerap diklaim peradaban Barat sebagai temuan Roger Bacon.
Namun klaim itu dipatahkan sendiri oleh ilmuwan barat bernama Partington.
"Proses pembuatan saltpetre - nama lain potasium nitrat - pertama kali
diketahui dari Hasan Al-Rammah.
Prof Al-Hassan menemukan fakta
bahwa potasium nitrat begitu banyak digunakan pada saat meletusnya Perang
Salib. Pada tahun 1249 M, Raja Louis IX dari Prancis mengobarkan Perang Salib
VII. Pasukan tentara Perang salib dari Prancis berniat menyerbu Mesir. Dalam
Pertempuran Al-Mansurah yang meletus tahun 1250 M, pasukan tentara Salib dibuat
kocar-kacir oleh pasukan Muslim.
Bahkan, Raja Louis IX pun takluk
dan ditahan karena tak mampu menghadapi kehebatan moncong meriam dan roket.
Pada saat itu, pasukan Muslim sudah menggunakan bubuk mesiu sebagai bahan
peledak meriam. Jean de Joinville, salah seorang perwira tentara Perang Salib,
menjelaskan dengan betapa hebatnya dampak proyektil yang ditembakkan meriam
tentara Muslim terhadap pasukan tentara Prancis.
Kalangan sejarawan menafsirkan
kesaksian Joinville itu. Menurut para sejarawan, proyektil yang dijelaskan
Joinville itu pastilah mengandung bubuk mesiu. Kehebatannya mampu membuat
kocar-kacir pasukan tentara Salib. Lembaga Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA)
dalam publikasinya mengenai sejarah roket juga mengakui teknologi militer dunia
Islam di abad ke-13 M.
"Pasukan tentara Muslim
melengkapi persenjataannya dengan roket yang ditemukannya sendiri. Saat Perang
Salib VII mereka menggunakannya untuk melawan pasukan Prancis yang dipimpin
Raja Louis IX." Dua dasawarsa berikutnya Raja Louis mencoba kembali
menyerang Tunisia.
Namun, dendamnya itu justru
berakhir dengan kematian baginya. Pasukan Muslim dibawah kekuasaan Dinasti
Mamluk dengan mesiu dan senjatanya kembali membuat kocar-kacir tentara Salib.
Sejarawan Inggris, Steven Runciman dalam bukunya A History of the Crusades
menuturkan bahwa mesiu digunakan secara besar-besaran pada 1291 M di akhir
Perang Salib.
Sejak itu, persenjataan militer
menggunakan mesiu secara besar-besaran Pada tahun 1453 M, Sultan Muhammad II
Al-Fatih dari Turki juga mampu menaklukkan kepongahan Konstantinopel dengan
mesiu dan meriam raksasa. Dalam empat risalah berbahasa Arab disebutkan pada
perang Ayn Jalut di Palestina pada tahun 1260 M antara tentara Islam sudah
menggunakan meriam kecil yang bisa dijinjing saat bertempur melawan Mongol.
Meriam dan mesiu digunakan dalam
peperang di abad pertengahan untuk menakuti kuda-kuda dan pasukan kavaleri
musuh. Selain menggunakan mesiu untuk persenjataan, pada era itu juga digunakan
untuk membuat mercon. Dinasti Mamluk dalam perayaan-perayaan di abad ke-14 M,
dilaporkan biasa menampilkan atraksi petasan. Istilah petasan sudah disebutkan
dalam harraqat al-naft or harraqat al-barud.
Seorang penjelajah asal Prancis
bernama Bertrandon de la Brocquiere terperangah melihat pertunjukan petasan
ketika tiba di Beirut pada tahun 1432 M. Saat itu, penduduk Beirut tengah
bersuka cita merayakan hari Idul Fitri. Brocquiere mengaku baru pertama kali
melihat pertunjukan mercon. Pada era itu bangsa Prancis belum mengenal dan
melihat mercon.
Pada waktu itula, Brocquiere
kemudian mencoba mempelajari rumus dan resep rahasia pembuatan mercon. Ia lalu
membawa rumus-rumus yang diperolehnya ke Prancis. Sementara itu, untuk pertama
kalinya mercon dikenal di Inggris pada tahun 1486 M ketika Henry VII menikah.
Sejak era kekuasaan Ratu Elizabeth I, mercon dan kembang api mulai populer.
Sejak abad ke-13 M, peradaban
Islam sudah mampu menyusun rumus dan komposisi mesiu serta bahan lainnya yang
digunakan untuk membuat berbagai jenis bahan peledak. Peradaban Barat lalu
meniru dan menggunakan teknologi yang dimiliki dan dikuasai umat Islam di era
keemasan itu.
Meski berutang kepada peradaban
Islam, pencapain sangat tinggi yang diraih umat Islam dalam teknologi pembuatan
mesiu dan meriam kerap kali dihilangkan para sejarawan Barat. Sejarah Barat
selalu menyebutkan sejarah mesiu dari Cina langsung ke Barat, tanpa menyebut
pencapaian di dunia Islam.
Oleh sebab itu, Marilah umat Islam, Marilah kita bangkit kembali menegakan Islam.
Oleh sebab itu, Marilah umat Islam, Marilah kita bangkit kembali menegakan Islam.
ABDUL MALIK bin QURAIB , AL ASMA'I (ILMUWAN ISLAM)
Seorang
mahasiswa berbakat Abū ʿ Amr ibn al-ʿ ala ʾ, pendiri sekolah Basra,
al-Asmaʿi bergabung dengan istana khalifah Abbasiyah ʿ Harun al-Rasyid
di Baghdad. Terkenal karena kesalehan dan hidup biasa, Beliau adalah
seorang tutor untuk putra khalifah (khalifah masa depan Al-Amin dan
al-Ma'mun ) dan favorit dari wazir Barmakid.
RAHASIA SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT "Diawali Dengan Membaca dan Menulis"
[1] Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang telah mencipta. [2] Yaitu Menciptakan manusia dari segumpal darah. [3] Bacalah! Dan Tuhan engkau itu adalah Maha Mulia. [4] Dia yang mengajarkan dengan qalam. [5] Mengajari manusia apa-apa yang dia tidak tahu.
Sungai EUPHRAT di IRAQ
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyibakkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga dari setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Bukhari dan Muslim]KEBERADAAN MANUSIA YANG SEMENTARA
Setelah hidup selama tiga atau empat dekade, tubuh seseorang
mulai mengalami perubahan tertentu. Kulitnya keriput, rambutnya beruban dan
akan rontok, tubuhnya kehilangan energi, metabolisme tubuhnya melambat, indera
pendengaran dan penglihatannya melemah dan mulai pikun. Alasan dari semua
perubahan itu yang diakhiri kematian dinamakan “menjadi tua”. Apakah Anda
pernah berpikir mengapa manusia menjadi tua?
Jika tubuh manusia
tidak terdiri dari tulang dan daging, menurunnya kondisi tubuh manusia tidak
akan terlalu cepat. Karena daging dan lemak berasal dari materi yang rusak
dalam beberapa jam jika disimpan di suhu ruangan. Berikutnya, kita akan
mengamati urutan usia tua yang merupakan sebuah proses yang tidak dapat
seorangpun hindari.
Langganan:
Postingan (Atom)

















